Seringkali aku menemukan orang-orang yang tak memahami jalan pikir
anku. Atau mungkin karena aku tak pandai menyampaikannya? entah lah.. tapi apa yang dipikirkan orang tentang sesuatu selalu tak sejalan dengan pikirkanku. Hingga akhirnya sering aku kalah dengan pikiran mereka. Kalau sudah begitu, biasanya aku hanya diam dan membiarkan orang tersebut menyampaikan argumennya.
Banyak orang yang mengukur kesuksesan dengan materi, dan akhirnya akupun merasakan bagaimana sulitnya mempertahankan idealismeku tentang masa depan di tengah orang-orang yang terkukung oleh hal-hal yang bersifat materi, orang-orang yang hanya mempertimbangkan cost and benefit dengan materi.
Pembicaraan mengenai materi merupakan pembicaraan yang masuk ke dalam ranah logika manusia sehingga sulit sekali untuk dipatahkan kecuali mereka meyakini dan memahami tentang hakikat kehidupan.
Memang materi adalah bagian dari sarana dalam beramal di dunia, tapi tak adakah hal yang lebih berharga di dunia ini selain materi??? mengapa harus manusia yang mengikuti materi? bukankah seharusnya materi yang mengikuti manusia??. Inilah yang akhirnya membuatku terombang-ambing untuk menjalankan rencana masa depan…
Sampai detik ini entah kenapa aku tak merasa pusing sekali memikirkan masa depan materi. Yang membuatku pusing adalah bagaimana caranya agar aku bisa lebih banyak memberikan manfaat untuk orang lain?. selama ini alhamdulillah Allah selalu memberikanku kecukupan atau bahkan menurutku lebih dari cukup. karena rasa cukup atau tidaknya seseorang terhadap rezeki tergantung cara pandang orang tersebut. Toh para kuli bangunan yang tergolong low income saja masih bisa menikmati hidup, kenapa kita tidak bisa?
Aku yakin banyak orang yang menganggap apa yang ku kerjakan saat ini tidak memberikan “jaminan materi” yang banyak. tapi itu menurut mereka. Karena menurutku jaminan rezeki datangnya dari Sang Pencipta. Rezeki itu datang dari mana saja selama mau berusaha dan selalu meluruskan niat dalam beramal. kalau kata Pa Mario Teguh: “tugas kita hanyalah berusaha, sedangkan hasilnya adalah urusan Allah”. selama aku menyukai apa yang ku kerjakan, dan pekerjaan itu tidak membuat Allah semakin murka kepadaku, maka aku akan berusaha mempertahankannya. (sulit loh, mempertahankan sesuatu yang hanya diyakini oleh diri sendiri..). ketika rasa ingin mencoba aktivitas lain yang lebih memberikan “jaminan” itu datang, aku slalu berusaha mengendalikan diri dan mencoba bertanya kepada hati, “sebenarnya apa yang ingin ku cari??”
Satu hal yang selalu ku pertahankan sejak SMP hingga saat ini adalah, aku hanya ingin menjalankan sesuatu yang ku suka, dan entah kenapa seringkali aku mengambil pilihan yang berbeda dengan pilihan2 kebanyakan orang. tapi itu tidak bersifat mutlak hingga ada orang yang mampu memahami jalan pikiranku dan mampu memberikan alternatif untuk mengakomodir keinginanku. Aku selalu ingin menjalankan sesuatu dengan hati, karena ketika kita menjalankan dengan hati, Insya Allah hasilnya akan memuaskan. Terlebih jika menjalankannya dengan niat yang benar menurut Allah, Allah pasti akan memberikan pertolongan. kondisi itu sudah pernah ku rasakan, dan akan aku akan merasakannya kembali.. Insya Allah^^
Dan itulah aku dengan pikiranku…
kontemplasi @ bandung pasca mengurus recomendation letter. semoga Allah menguatkan azzam^^
Great post, bener Oya, hidup adalah pilihan, pilihlah yang disukai, semoga Allah meridhai langkah yang dipilih.
waah ada teh ine., lama sekali tak bertemu teh. iya makasih teh.. aamiin smoga selalu berada di jalur yang diridhoi-Nya ^^