Perjalanan Dadakan (Part 2)

Jum’at 02-12-11

Saya tiba di Soeta tepat jam 08.30 langsung cek in sambil terus sms-an dengan salah satu pelatih yang akan pergi bersama. dalam benak ku aku akan bertemu oleh 2 orang pelatih yang masih muda. setidaknya usianya ga jauh beda laah..

Dan ternyata ketika bertemu, 2 orang pelatih itu sudah senior (bapak2). nyali ini sedikit menciut karena menurutku mereka yang dipilih adalah orang yang sudah lebih mapan dalam ilmu. 1. pelatih astronomi dari ITB, pekerjaannya mengajar di SMA 2 bandung dan sudah pernah mentraining guru2 untuk persiapan olimpiade, (2) pelatih komputer: ternyata beliau adalah seorang dosen di BINUS. huaaaa… sempat terfikir, apakah Surya institute salah sasaran menawarkan saya menjadi pelatih??

Untuk membuat hati tenang, akhirnya bapak pelatih astronomi pun saya ajak berbicara tentang  pengalaman beliau melatih pengajar untuk OSN. beliau bilang yang diajarkan kepada mereka biasanya materi-materi kuliah tapi tetap yang menyangkut OSN, dan beliau juga bilang kalau pesertanya di depok ada yang lebih sepuh dari nya.. (haduuhh.. kalau memang banyak yang sepuh, saya jadi seperti anak bawang dong).

Selama di perjalanan ada sedikit rasa khawatir membuat SI kecewa, tapi entah mengapa seolah hati tetap merasa tenang dan merasa yakin kalau diri ini bisa. yaa.. itulah kuasa Allah..  tapi sungguh tak ada penyesalan atas keputusan ini. dan akhirnya selama di perjalanan saya terus berharap agar Allah selalu membuat hati ini tenang.

Perjalanan menuju balik papan (sepinggan airport) sekitar 2 jam. di pesawat kami bertiga terpisah alias beda tempat duduk. karena cek in nya tidak bersama2. selama di pesawat, saya manfaatkan waktu dengan mencoba menjawab soal2 OSN yang sudah sempat ku download. sampai-sampai orang yang duduk di sebelahpun tak ku ajak bercakap-cakap. karena memang belum ada persiapan yang berhubungan dengan soal OSN.

Dan benarlah ternyata, ketika pesawat hampir mendarat ku selesaikan uji coba soal2 OSN, pemuda yang duduk disamping kiri ku langsung bergumam, “sudah mba.. jangan dipaksain kalau ga bisa..” (glek…) ternyata dari awal dia memperhatikan saya yang terlalu serius dengan kumpulan soal. sampai2 dia ga berani untuk menyapa. hehehe.. maaf ya pa..

Sekitar jam 13 WITA kami tiba di bandara balikpapan. perbedaannya 1 jam lebih cepat dari jakarta. dan kami sudah langsung di jemput menuju hotel di Bontang. Ketika masuk mobil, taukah.. musik apa yang disuguhi? ternyata yang disetel sang supir adalah lagu SAUHAR.. wow.. amazing.. dan akupun hanya tersenyum mendengarnya.. karena seolah lagu ini membuat hati ku semakin tenang

Ku pikir antara bontang dan balik papan itu sama seperti jakarta-bandung. ternyata. perjalanan ke bontang memakan waktu hampir 6 jam (hadeeeuuh) tadinya sudah berharap sore bisa langsung persiapkan materi untuk besok. akhirnya selama diperjalanan ku manfaatkan untuk membuat slide..

fiuuuhh.. perjalanan yang melelahkan dan cukup menyenangkan.. sambil disertai rasa khawatir karena saya tidak membawa buku2 ekonomi untuk amunisi, harapan satu2nya adalah bisa buka internet untuk cari data. namun harapan itupun sirna. karena di balikpapan saja modem ku tak mau beraksi apalagi di Bontang.. -____-  (to be continue..)

 

Perjalanan Dadakan (Part 1)

Kalimantan… hoho.. seolah mimpi ditawari menjadi pelatih pengajar di Bontang untuk olimpiade sains nasional (OSN) oleh Surya Institute (yayasannya Yohanes Surya).

Cerita berawal di hari selasa malam (29/11). ada seseorang yang menelpon mengaku dari Surya institute, meminta kesediaan saya menjadi trainer ekonomi di Bontang. tapi harus berangkat lusa yaitu kamis (01/12). itu juga sebenarnya kedatangan saya sudah telat. Pada saat itu sulit sekali untuk menentukan antara ingin dan tidak.

alasan ingin mengambil kesempatan ini karena tawaran datang dari yayasan yohanes surya (jujur, saya termasuk pengaggum beliau melalui dedikasinya untuk ajang olimpiade fisika). dan saya merasa ini jawaban Allah atas doa yang baru saja mulai ku lafalkan tentang “jangan menyerah dan pesimis” karena Allah tak akan mengubah suatu kaum hingga ia mengubahnya terlebih dahulu.. .

Sedangkan alasan tidak inginnya, karena terlalu mendadak, dan tak ada persiapan sama sekali kecuali bekal pengalaman mengajar di NF. apalagi yang dilatih bukan siswa, tapi GURU. plus saya harus izin sementara dari aktifitas NF. padahal saat itu lagi banyak2nya kerjaan membuat soal-s0al untuk semester 2 yang belum kelar dan harus rampung dalam pekan ini. plus panitia menyampaikan kalau semua pelatih yang ada hanya laki2. kalau saya jadi, perempuannya cuma saya seorang. (jiaaah..) dan akhirnya dengan bismillah,ku ucapkan insya allah saya bisa!!

Sampai dirumah, laptop dibuka dan ku tuntaskan semua kerjaan yang belum selesai termasuk permintaan pembuatan modul untuk pelatihan. ohh Allah, baru kali ini mengalami kondisi terdesak dengan waktu yang amat parah.

Rabu nya, berharap bisa prepare untuk keberangkatan hari kamis ternyata harus rapat dipusat hingga sore. jadilah tak ada waktu untuk prepare, tapi ternyata Allah makin berbaik hati, penerbangan ke kalimantanku diundur jadi hari jumat. karena kalau kamis saya harus pergi sendiri, sedangkan jumat ada 2 pelatih lain yang ikut menyusul (pelatih astronomi dan komputer). alhamdulillah.. bismillah lagi, untuk menyelesaikan segalanya di hari kamis walaupun harus sambil ngajar 6 sesi.. tak apa lah..

Jum’at,

Prepare barang sudah sejak malam, jam penerbangannya 9.30 tapi saya sudah harus berangkat jam7. subuhnya ternyata soal2 deadline NF belum juga kelar.. tepat jam 6 kuselesaikan dan ku kirim ke bagian pendidikan. dan berangkat lah menuju Soeta.dengan sukacita sambil berucap..

“Bismillahi ttawaakaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illa billah…(tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dari Allah Ta’ala

Catatan Kecil “Serial Cinta” (Anis Matta)

Serial Cinta merupakan buku karangan Pak Anis Matta. tema cinta merupakan tema-tema yang jarang disentuh oleh sang anggota dewan ini. Sehingga membuat ku cukup penasaran seperti apa penggambaran tema tersebut di mata beliau. Ternyata gaya bahasanya masih sama dengan gaya bahasa yang beliau gunakan di buku-buku lainnya yang bertema kenegaraan, tapi ini lebih ringan. (menurutku…).

Buku ini menarik karena di dalam nya ia memberikan penggambaran makna cinta yang amat luas. kata “Cinta” merupakan kata yang amat sederhana tetapi memiliki kekuatan yang besar bagi kehidupan manusia. Cinta merupakan salah satu seni dalam bertahan hidup, menjadikan jiwa-jiwa lemah menjadi produktif dan tangguh. Tetapi nyatanya cinta mampu merusak kehidupan jika sang pemilik cinta tak mampu mengelolanya. Continue reading

Hanya ingin melakukan sesuatu yang ku suka..

Seringkali aku menemukan orang-orang yang tak memahami jalan pikiranku. Atau mungkin karena aku tak pandai menyampaikannya? entah lah.. tapi apa yang dipikirkan orang tentang sesuatu selalu tak sejalan dengan pikirkanku. Hingga akhirnya sering aku kalah  dengan pikiran mereka. Kalau sudah begitu, biasanya aku hanya diam dan membiarkan orang tersebut menyampaikan argumennya.

Banyak orang yang mengukur kesuksesan dengan materi, dan akhirnya akupun merasakan bagaimana sulitnya mempertahankan idealismeku tentang masa depan di tengah orang-orang yang terkukung oleh hal-hal yang bersifat materi, orang-orang yang hanya mempertimbangkan cost and benefit dengan materi.

Pembicaraan mengenai materi merupakan pembicaraan yang masuk ke dalam ranah logika manusia sehingga sulit sekali untuk dipatahkan kecuali mereka meyakini dan memahami tentang hakikat kehidupan. Continue reading

Antara S2 dan Menikah

Berawal dari sebuah keinginan yang amat sangat untuk melanjutkan S2 di LN, ternyata banyak menimbulkan keraguan dalam usaha meraih mimpi…

Dan akhirnya keraguan itu ku ungkapkan dalam tulisan ini, berharap bisa semakin menguatkan diri..

Seolah sudah menjadi pandangan umum bahwa setinggi apapun tittle seorang akhwat , ia akan kembali kepada kodratnya. yaa.. aku sepakat karena memang itulah hakikat muslimah. Namun salahkah jika ada seorang akhwat yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studi?. Banyak orang yang menganggap ketika ia melanjutkan kuliah, maka pasti ia akan menunda keinginannya untuk menggenapkan dien.. benarkah?

Statement ini ku buat karena ada beberapa teman dan saudaraku yang memperhatikan ku seolah tak ada keinginan untuk segera menyempurnakan dien. hmfff.. akupun hanya bisa menghela nafas. Biarlah mereka berfikir seperti itu. toh Allah yang lebih mengetahui harapanku dibandingkan mereka. dan akupun memaklumi anggapan itu karena mungkin yang mereka tahu tentang rencana masa depanku hanyalah Kuliah s2 di LN.

Dan pertanyaan “kalau kuliah lagi trus nikahnya kapan?”, seolah sudah menjadi hal yang biasa di telinga dan akupun hanya menjawab “doakan saja, sebelum atau ketika kuliah” . it’s not imposible untuk Allah, iya kan? Continue reading

Rindu 10 malam terakhir itu… (Ramadhan)

Sudah hampir 1 bulan, 10 malam terakhir itu berlalu. tapi nikmatnya dan indahnya malam-malam itu masih terasa hingga sekarang. berharap akan terus terasa hingga suasana ramadhan selalu terbawa di setiap amalan.

Itu adalah saat-saat dimana aku sangat terkesan dengan ramadhan ku. saat dimana Allah membuatku tenang dan nyaman dalam lindungan rumahnya. saat dimana aku merasa gundah, allah menghilangkan rasa gundahku dengan suara-suara merdu itu. saat dimana aku  tidak memikirkan urusan dunia dan hanya teringat dengan akhiratku. Rabbi.. nikmatnya 10 malam terakhir itu. Continue reading

Tentang Rasa

Oleh: Siti Zuhrotun Nisa’
Copas From Dakwatuna.com


 Print
dakwatuna.com - “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”

Sesisir kata itu telah begitu lama membayangi netra, tapi dalam juga kah getar pemahaman yang dibawanya.. Ada kalanya hati mampu kuat menghadapi, dan ada kalanya pula terasa sungguh berat untuk dijalani,
Sekali lagi tentang rasa,
Tentang hati,
Yang senantiasa terbolak-balikkan oleh kehendak Illahi Rabbi… Continue reading

Muhasabah Ramadhanku

Baru menyadari, begitu cepat Ramadhan berlalu dan nyatanya masih banyak amalan terindah yang belum ku persembahkan kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Dan kini aku hanya mampu menangis dalam diam, diam dengan semua evaluasi amalan yang masih minim.

Menangis dalam cemas, cemas dengan kesalahan dan kelalaian yang masih dilakukan.

Menangis dalam tunduk, tunduk dengan segala kepasrahan sambil berharap pertolongan dan kasih sayang-Nya Continue reading

Amunisi Hebat untuk terus semangat Menghafal Al-quran

Hadiah terindah bagi kedua orang tua dari anaknya adalah ketika keduanya memperoleh kenikmatan abadi dari sang Khaliq.

Sabda rasulullah s.a.w.:

Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda:
“Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Continue reading